Anggota Dewan Pertanyakan Kualitas Dinding Fly Over

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi mempertanyakan kualitas dinding fly over Simpang Surabaya. Pasalnya, pada Minggu, 16 April 2017 sempat terjadi insiden robohnya satu sisi dinding fly over tersebut.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai insiden itu terjadi akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pengawas proyek, sehingga kualitasnya di bawah standar. “Kenapa belum selesai dibangun sudah roboh, apakah kualitas proyek ini di bawah standar. Untung kejadiannya ketika belum selesai, kalau robohnya ketika sudah selesai dan ada korban jiwa, siapa yang harus bertanggung jawab", kata Ismawardi, Selasa, 18 April 2017.

 

Untuk itu, dirinya meminta kepada pengawas untuk mengecek ulang seluruh proyek fly over yang sudah selesai dikerjakan. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana kualitas proyek tersebut, sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. "Cek ulang seluruh proyek itu, karena anggaran proyek ini sangat besar. Kalau roboh jadi masalahkan nanti, dewan juga harus mengawasi proyek ini", katanya.

 

Sebelumnya, kata Ismawardi, pembangunan proyek tersebut juga mengakibatkan rusaknya pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy. Akibatnya banyak masyarakat tidak mendapatkan air bersih, karena ada beberapa pipa rusak terkena proyek tersebut.

"Informasi yang saya terima, pipa-pipa PDAM yang rusak tidak mau diganti oleh pemilik proyek tersebut, akhirnya uang Pemko yang harus diberikan. Ini karena tidak ada pengawasan dan koordinasi yang baik, sehingga rakyat lagi yang dikorbankan", pungkasnya.[Van]

Dibaca Sebanyak 0 kali