Anggota Dewan Kritik Proyek Tambal Sulam

Anggota DPRK Banda Aceh, Arida Sahputra mengkritisi pengerjaan proyek di Kota Banda Aceh yang terkesan tambal sulam, baik proyek milik Pemerintah Provinsi Aceh, maupun milik Pemerintah Kota Banda Aceh.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pengerjaan proyek berkerja sendiri-sendiri, sehingga terkesan asal selesai proyek. Namun dampak buruk dari pengerjaan proyek-proyek itu merusak infrastruktur yang sudah ada, dan hal ini akan berakibat terjadinya pemborosan anggaran.

Arida mencontohkan, selama sepekan terakhir pembangunan drainase di gampong Beurawe telah menyebabkan pipa PDAM bocor. “Hal ini terus terulang setelah pembangunan flyover dan underpass yang menyebabkan pipa PDAM bocor dan aliran air untuk sebagian besar di wilayah kecamatan Kuta Alam hampir empat bulan lebih macet. Kita sangat kecewa dengan manajemen pembangunan seperti ini”, jelasnya.

Arida meminta pihak Dinas PU Provinsi Aceh, Dinas PU Kota Banda Aceh, Telkom, PLN, dan PDAM agar selalu berkoordinasi dalam merencanakan proyek. Koordinasi itu menurutnya harus dimulai dari perencaan bukan pada waktu pengerjaan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Warga gampong Beurawe melaporkan kepada kami bahwa air PDAM berbau tidak sedap dan keruh. Hal ini dimungkinkan karena banyaknya pipa yang bocor, sehingga warga yang menggunakan pompa air secara otomatis air yang berada di sekitar pipa tersedot kerumah warga”, lanjutnya lagi.

Menurut Arida, pemutusan saluran pipa pada proyek drainase di gampong Beurawe dilakukan tanpa konfirmasi kepada warga, sehingga warga kewalahan mencari air untuk wudhu, mandi dan bahkan air di toilet satu pekan terakhir.

Pasalnya pipa bocor di wilayah Kota Banda Aceh banyak sekali seperti depan Masjid Raya Baiturrahman, jalan samping kampus Unmuha dan Jalan Al-Ikhlas gampong Keuramat. Yang mengakibatkan tekanan air kerumah warga berkurang bahkan tidak hidup. “Kebocoran ini terjadi bisa saja karena kualitas pipa yang kurang bagus dan pemasangannya tidak aman”, lanjutnya.

Menurut Arida, kebocoran pipa yang disampaikan pihaknya hanya dari sebagian kecil wilayah di Kota Banda Aceh yang dilaporkan oleh warga. Kemungkinan masih banyak wilayah yang pipa PDAM nya bocor. Sehingga selama ini keluhan dari pihak PDAM kehilangan air juga karena banyaknya pipa yang bocor.[Van]

Dibaca Sebanyak 0 kali