Seminar Internasional Zakat Digelar di Banda Aceh

World Zakat Forum (WZF) akan menggelar seminar internasional tentang manajemen zakat di Kota Bada Aceh. Event bertajuk “Membangun Standar Internasional Manajemen Zakat” itu rencananya digelar pada tanggal 9 dan 10 Juni 2015.


Hal tersebut mengemuka dalam rapat persiapan seminar yang akan diikuti oleh sekitar 150 perwakilan lembaga zakat dari 16 negara tersebut di Ruang Rapat Walikota Banda Aceh, Rabu, 13 Mei 2015.

Sekjend WZF Dr Ahmad Juwaini mengatakan, pada tahun lalu pihaknya menggelar acara serupa di New York, USA. “Pada pagelaran tahun ini di Banda Aceh, kami berharap dapat dimanfaatkan dan dihadiri oleh tokoh zakat di Indonesia maupun Aceh,” ujarnya.
 
Seminar yang digelar di Hotel Hermes Palace dan dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Agama RI. Untuk itu Ahmad Juwaini mengharap seminar tersebut bisa menjadi landasan bagi lahirnya standar manajemen zakat yang akan meningkatkan performa pengelolaan zakat sedunia.
 
“Tahun ini kami berharap gagasan standar zakat internasional akan membolasalju dan dipakai di seluruh dunia. WZF akan terus berupaya meningkatkan dampak pengelolaan zakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dunia,” kata Ahmad yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Dompet Dhuafa tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE menyatakan mendukung penuh seminar ini guna pengelolaan zakat yang lebih baik ke depan dan sebagai bagian dari program pariwisata Islami yang digagas Pemko Banda Aceh.
 
Illiza mengungkapkan, rencana awal seminar ini akan diadakan di Bali. “Namun setelah kita mendeklarasikan Banda Aceh sebagai world islamic tourism,  WZF pun tertarik untuk mengadakannya di kota kita,” ungkap Illiza.
Illiza memperkirakan potensi penerimaan zakat di Banda Aceh mencapai Rp 58 miliar per tahunnya. Sementara untuk tingkat Provinsi Aceh, potensinya mencapai Rp 2 triliun. Namun baru mampu direalisasi sebesar Rp 134 miliar. “Jika kita mampu melaksanakan syariat Islam secara kaffah termasuk soal pengelolaan zakat secara baik, insyaallah tidak ada orang yang hidupnya susah, kecuali jika orang tersebut memang malas,” tutup Illiza.
 
Arifin Purwakananta selaku Sekretaris Eksekutif WZF, menambahkan, pihaknya berharap minimal 120 perwakilan lembaga zakat dari 10 negara dan nasional akan hadir pada event ini.
 
“Kami juga mengundang pembicara dari wakil-wakil lembaga dan pemerhati zakat dari lima benua. Sampai dengan hari ini yang sudah confirm hadir perwakilan dari India, Bosnia, Afrika Selatan dan Malaysia. Seminar ini terbuka bagi semua pegiat zakat maupun peserta umum. Bagi yang berminat dapat menghubungi sekretariat WZF di nomor telepon 08118779844 atau email worldzakatforum@gmail.com,” pungkasnya. 

Hadir pula pada rapat persiapan seminar intenasional ini antara lain, Asisten II Setda Aceh Azhari SE, Kadisbudpar Aceh Drs Reza Fahlevi MSi, Perwakilan Kepala Baitul Mal Aceh, Sekdako Banda Aceh Ir Bahagia Dipl SE beserta sejumlah Asisten, Kabag serta Kepala SKPD terkait dan awak media.[Jun]

Dibaca Sebanyak 401 kali